Wisuda Semester Ganjil Tahun Akademik 2025/2026 menjadi momentum yang sarat makna dan bersejarah bagi Fakultas Tarbiyah dan Keguruan (FTK) UIN Mataram. Momen ini bukan hanya menandai tuntasnya satu fase penting perjalanan akademik, tetapi juga menjadi wisuda pertama di era kepemimpinan Dekan FTK yang baru, Prof. Dr. H. Maimun, M.Pd. Sebelumnya, FTK UIN Mataram dipimpin oleh Prof. Dr. H. Jumarim, M.HI, yang kini mengemban amanah baru sebagai Wakil Rektor III UIN Mataram. Estafet kepemimpinan ini melambangkan kesinambungan serta semangat baru dalam membangun mutu, integritas, dan visi keilmuan FTK di masa depan.

Sebanyak 190 mahasiswa FTK resmi menuntaskan pendidikannya pada momentum bersejarah ini. Mereka berasal dari berbagai program studi: Pendidikan Agama Islam (PAI), PBA, Tadris Matematika, Tadris IPA Biologi, Tadris IPS Ekonomi, Tadris Bahasa Inggris, Tadris Fisika, Tadris Kimia, PGMI, dan PIAUD. Di balik toga yang dikenakan hari ini, tersimpan cerita perjuangan, kesabaran, doa orang tua, dan mimpi-mimpi yang tidak pernah lelah diperjuangkan.

Wisuda ini bukanlah titik akhir, melainkan pintu gerbang menuju medan pengabdian yang lebih luas. Dalam setiap ijazah yang diterima, tersemat harapan: semoga ilmu yang diperoleh menjadi ilmu yang bermanfaat, bukan sekadar tersimpan sebagai pengetahuan, melainkan menjelma menjadi amal, karya, dan kebermanfaatan nyata bagi masyarakat, bangsa, dan agama. Inilah yang beberapa waktu terakhir ini disebut dengan “impactfull” yang sefrekuensi maknanya dengan ” khairu annaasi anfa’uhum linnaasi”.

Setiap kita sejatinya dianugerahi fitrah potensial dan fitrah aktual. Fitrah potensial adalah anugerah awal berupa bakat, kecerdasan, dan kecenderungan baik. Namun nilainya baru tampak ketika diolah hingga menjadi fitrah aktual—kemampuan nyata yang produktif, solutif, dan bernilai bagi sesama. Di sinilah letak tanggung jawab seorang sarjana: menghidupkan potensi menjadi kontribusi.

Mari merenungi istilah subulussalām dan abwābun mutafarriqah. Dari sana kita belajar bahwa jalan keselamatan itu banyak, dan pintu menuju kehidupan yang membahagiakan itu terbuka dalam berbagai bentuk. Filosofi ini mengajarkan bahwa kesuksesan tidak memiliki satu wajah dan satu ukuran. Di antara para wisudawan akan lahir guru yang menginspirasi, dosen yang mencerahkan, kiai dan ulama yang membimbing umat, peneliti yang mencipta gagasan, pemimpin yang menuntun perubahan, serta profesional lainnya yang menebar manfaat di berbagai medan kehidupan. Semua jalan itu mulia ketika ditempuh dengan niat yang lurus dan kerja yang sungguh-sungguh.

IPK yang diraih hari ini adalah cermin dari apa yang telah dipelajari, tetapi dunia nyata menuntut lebih dari sekadar angka. Dunia menagih kompetensi, karakter, kreativitas, ketangguhan, dan kemampuan beradaptasi seiring denyut perubahan zaman yang terus bergerak. Maka setelah wisuda, tugas sejati justru dimulai: menguatkan diri, memperluas kapasitas, dan tidak pernah berhenti belajar.

Sebagaimana pesan Rektor UIN Mataram yang patut dipegang teguh oleh seluruh wisudawan:
“Jadilah pembelajar sepanjang hayat.”
Belajarlah dari buku dan pengalaman, dari keberhasilan dan kegagalan, dari orang yang lebih pandai maupun dari kehidupan itu sendiri.

Teruslah mengasah kompetensi, jangan pernah putus asa, dan jadilah pribadi yang membawa terang bagi sekitar.

Ingat pesen dengan toa’: nde’ ara’ istilah onos guru, karena ilmunya terus ngalir dalam setiap langkah kehidupan kita.

Makin Sukses dan makin berkah adalah doa kami untuk kalian semua…matur agung tampiasih telah memilih UIN Mataram, FTK UIN Mataram…
Love your “almamater”…