Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) yang diselenggarakan di Lingsar pada Jumat, 17 April 2026, menjadi langkah strategis dalam memperkuat sinergi antara perguruan tinggi dan lembaga pendidikan dasar Islam. Kegiatan ini secara resmi dibuka oleh Rahmat Akbar Kurniawan, yang menandai dimulainya rangkaian program pengabdian tim dosen Program Studi Tadris IPS UIN Mataram di Lombok Islamic School (LIS).
Kehadiran tim dosen yang terdiri dari lima profesor beserta seluruh anggota tim menjadi wujud nyata komitmen akademisi dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan di tingkat madrasah. Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga difokuskan pada pelatihan peningkatan kapasitas guru, penguatan sistem manajemen, tata kelola keuangan madrasah, serta pendampingan dalam persiapan akreditasi.

Ketua Yayasan Lombok Islamic School H. Muhammad Asroruddin, M.Pd dalam sambutannya menyampaikan apresiasi yang tinggi atas kehadiran tim pengabdian. Ia menilai bahwa kehadiran para dosen membawa energi positif serta mampu membantu mengatasi berbagai kekurangan yang selama ini dihadapi oleh LIS. Lebih lanjut, ia berharap kegiatan ini dapat mendorong LIS untuk sejajar dengan sekolah-sekolah lain yang lebih maju. Ia juga menghimbau seluruh guru untuk mengikuti kegiatan dengan serius, mengingat pentingnya persiapan menghadapi akreditasi yang akan datang.
Sementara itu, Prof. Dr. Hj. Lubna, M.Pd menegaskan bahwa UIN Mataram tidak dapat berkembang tanpa adanya kemitraan dengan sekolah-sekolah Islam di daerah, termasuk di Mataram dan Lombok Barat. Ia menekankan bahwa Madrasah Ibtidaiyah sebagai jenjang pendidikan dasar merupakan fondasi utama yang harus diperkuat. Kehadiran tim pengabdian diharapkan dapat memberikan manfaat nyata bagi para guru serta mempererat hubungan kemitraan antara UIN Mataram dan LIS.
Dalam kesempatan yang sama, Prof. Dr. H. Akhmad As’yari, M.Pd. sebagai perwakilan LP2M UIN Mataram menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan awal dari rangkaian program berkelanjutan yang akan berfokus pada penguatan tata kelola dan peningkatan kapasitas guru. Ia juga berharap kegiatan ini menjadi titik awal terjalinnya silaturahmi yang lebih erat antara Program Studi Tadris IPS dengan Lombok Islamic School.

Lebih lanjut, Prof. Dr. Yusuf, M.Pd menjelaskan bahwa perguruan tinggi tidak boleh hanya menjadi “menara gading”, tetapi harus hadir dan berkontribusi langsung di tengah masyarakat. Oleh karena itu, kegiatan pengabdian ini dirancang sebagai program berkelanjutan yang akan dilaksanakan secara rutin, minimal satu kali dalam seminggu setiap hari Sabtu. Pada tahap awal, kegiatan akan difokuskan pada peningkatan kapasitas guru, mulai dari penggunaan media pembelajaran, strategi mengajar, hingga evaluasi pembelajaran. Fokus utama lainnya adalah pendampingan persiapan akreditasi bagi jenjang MI dan SMP.
Sebagai tindak lanjut, Dr. Mawardi Soleh menyampaikan bahwa proses visitasi akreditasi dijadwalkan berlangsung pada tanggal 1 hingga 26 Mei. Ia mengingatkan para guru untuk tetap tenang dalam menghadapi proses tersebut, mengingat LIS telah memiliki pengalaman operasional lebih dari lima tahun. Ia juga menekankan pentingnya bukti konkret dalam proses akreditasi, khususnya dalam bentuk dokumentasi video sebagai pendukung utama penilaian.
Dengan dimulainya kegiatan ini, diharapkan terbangun kolaborasi yang berkelanjutan antara perguruan tinggi dan madrasah dalam meningkatkan mutu pendidikan. Kegiatan PKM ini tidak hanya menjadi program sesaat, tetapi menjadi langkah awal menuju penguatan kapasitas lembaga pendidikan Islam yang unggul dan berdaya saing.