Fakultas Tarbiyah dan Keguruan (FTK) Universitas Islam Negeri (UIN) Mataram menggelar Seminar Pengembangan Keilmuan yang mengangkat tema “Membaca Kembali Masa Depan Guru: Kompetensi di Tengah Digitalisasi Pengetahuan.” Seminar yang diselenggarakan di Ruang Teater Gedung Perpustakaan UIN Mataram ini dihadiri oleh ratusan peserta dari kalangan Dosen, 90 guru dari 90 lembaga sekolah, Kaprodi dan sekprodi dan alumni mahasiswa FTK UIN Mataram.

Seminar ini menghadirkan Dr. Abdul Razzak, M.Si, seorang pakar pendidikan dan teknologi pendidikan yang telah banyak berkontribusi dalam pengembangan ilmu pendidikan di Indonesia. Dr. Abdul Razzak adalah dosen dan peneliti dan aktif sebagai konsultan pendidikan berbagai sekolah Pavorit di Jakarta dan dosen tetap di FTK UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.

Dalam sambutannya, Dekan FTK UIN Mataram, Dr. Jumarim, M,HI menyampaikan bahwa seminar ini bertujuan untuk menggali wawasan tentang tantangan dan peluang yang dihadapi oleh guru dalam menghadapi era digitalisasi pengetahuan. “Kita tidak bisa menghindari dampak revolusi digital dalam pendidikan. Guru harus siap menghadapi perubahan dan meningkatkan kompetensi mereka agar dapat memberikan pendidikan yang relevan dan efektif kepada generasi muda,” ujarnya.

Dekan yang juga produk dari FTK UIN Mataram tersebut menegaskan bahwa seminar Pengembangan Keilmuan FTK UIN Mataram ini menjadi langkah positif dalam mengatasi tantangan yang dihadapi dalam era digitalisasi pengetahuan. Diharapkan bahwa kompetensi guru dapat terus ditingkatkan sehingga pendidikan di Indonesia dapat terus berkembang sesuai dengan perkembangan zaman.

Dr. Abdul Razzak, M.Si, sebagai pembicara utama, membahas beragam aspek yang terkait dengan digitalisasi pengetahuan dan peran guru di dalamnya. Ia menggarisbawahi pentingnya guru sebagai agen perubahan dalam era digitalisasi dan betapa pentingnya guru memiliki kompetensi yang relevan.

“Dalam era digital ini, guru tidak hanya sebagai penyampai informasi, tetapi juga harus menjadi fasilitator pembelajaran. Guru perlu menguasai teknologi dan tahu bagaimana mengintegrasikannya dalam pembelajaran,” kata Dr. Abdul Razzak. Ia juga menyoroti pentingnya guru untuk terus belajar dan mengembangkan kompetensi mereka agar dapat mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Inilah yang menjadi pembeda peranan guru di era digital saat ini, kalo tidak bisa mengimbangi diri maka guru akan tergantikan dengan digital tegasnya.

Seminar ini juga membahas berbagai topik penting, termasuk:

Kemampuan Literasi Digital: Bagaimana guru dapat meningkatkan literasi digital mereka, termasuk penggunaan perangkat lunak, internet, dan media sosial untuk keperluan pembelajaran.

Kesiapan Guru dalam Menghadapi Perubahan: Dalam konteks perubahan kurikulum, metode pembelajaran, dan teknologi yang berkembang pesat.

Integrasi Teknologi dalam Pembelajaran: Bagaimana guru dapat mengintegrasikan teknologi dalam pembelajaran sehingga dapat menciptakan pengalaman belajar yang lebih menarik dan efektif bagi siswa.

Pengembangan Materi Pembelajaran Digital: Bagaimana guru dapat menciptakan materi pembelajaran digital yang relevan dan berkualitas.

Pentingnya Pelatihan Guru: Peran lembaga pendidikan dan pemerintah dalam memberikan pelatihan dan dukungan kepada guru dalam mengembangkan kompetensi mereka.

Para peserta yang hadir sangat antusias dalam berdiskusi dan berbagi pengalaman tentang pendidikan dan teknologi. Mereka melihat seminar ini sebagai peluang untuk mendapatkan wawasan yang mendalam tentang peran guru dalam era digitalisasi pengetahuan dan berbagi ide tentang bagaimana mengatasi tantangan yang muncul.

Peserta yang berasal dari sekolah menengah di Mataram, mengungkapkan, “Saya merasa seminar ini sangat bermanfaat. Saya mendapatkan wawasan baru tentang bagaimana menjadi guru yang lebih kompeten di era digital ini. Saya berencana untuk mengimplementasikan beberapa ide yang saya pelajari dalam pembelajaran saya.” kesannya. (SS)