Senat Mahasiswa Fakultas Tarbiyah dan Keguruan (FTK) Univeristas Islam Negeri Mataram laksanakan Traning Legislatif,  14 Juni 2022 di Gedung Reaearch Center UIN Mataram.

Kegiatan ini dihadiri oleh pengurus Senat mahasiswa FTK, senat mahasiswa Fakultas lainnya di UIN Mataram, senat mahasiswa UIN Mataram, dan perwakilan dari pengurus BEM di perguruan tinggi sekitar Mataram. 

Kegiatan ini menghadirkan narasumber yang kompeten dibidangnya yaitu Lalu Usman Ali yang juga Sekretaris Prodi Tadris Fisika membahas terkait isu pendidikan era society 5.0, Shinta Primasari dari Legislator Kota Mataram membahas terkait politik dari persfektif anak muda, dan M. Alif Ilman Mansyur dari Prodi Tadris IPS membahas terkait pendidikan politik anak muda. 

Narasumber pertama, Lalu Usman Ali menegaskan bahwa pendidikan ini sangat penting karena mempengaruhi semua aspek kehidupan. 

“Pendidikan di era society 5.0 mewajibkan mahasiawa untuk bisa beradaptasi dengan kehidupan ini sehingga harus siapkan kompetensi dan memanfaatkan media digital yang ada, ” kata Lalu Usman Ali yang juga Ketua GPMB NTB. 

Pada kesempatan yang sama juga narasumber kedua, Alif Ilman menegaskan bahwa pemuda harus melek politik karena itu adalah bagian yang harus dilaluinya nanti. 

Hal ini juga ditegaskan oleh legislator muda, Shinta Primasari bahwa ke bermanfaat kita selalu anak muda dan juga legislator harus maksimal di masyarakat. 

“Di Mataram kami sudah banyak membuat aturan-aturan yang membuat PAD Kota meningkat dan juga kami respek terhadap masalah yang ada di masyarakat,” ungkap Shinta Primasari sangat Srikandi dari Demokrat ini. 

Senat mahasiswa atau lebih dikenal dengan sebutan sema merupakan lembaga dalam struktur organisasi kemahasiswaan yang memegang fungsi kontrol sekaligus sebagai lembaga legislatif dan perwakilan tertinggi mahasiswa di kampus.

Adapun tugas pokok dan fungsi dari senat mahasiswa atau sema adalah merumuskan peraturan organisasi mahasiswa, menampung dan menyalurkan aspirasi mahasiswa hingga di dengar oleh pimpinan lembaga atau kampus.

Sebagai mahasiswa tentu kita dituntut untuk lebih peka dalam membaca segala situasi yang terjadi, seperti dalam menghadapi era society 5.0, dalam hal ini dunia pendidikan berperan sangat penting dalam meningkatkan kualitas SDM.

Untuk menghadapi era society 5.0 satuan pendidikan dibutuhkan adanya perubahan pradigma pendidikan, diantaranya pendidikan minimal berperan sebagai learning material provider, pendidikan harus menjadi inspirasi bagi tumbuhnya kreativitas, Pendidik berperan sebagai fasilitator dan tutor yang menginspirasi.

Dalam hal ini, generasi muda indonesia berperan sebagai masyarakat yang mengaplikasikan roadmap tersebut, generasi muda harus siap menghadapi era society 6.0 di Indonesia dengan memanfaatkan SDM yang ada, dikarnakan SDM dalam negeri takkalah kualitasnya dengan SDM luar negeri.

Generasi muda harus memiliki kereatifitas, inovasi, dan produktif sejak dini dengan diasah menggunakan soft skill yang tertuang dalam society 5.0. Tentu kemampuan tersebut diharapkan berhasil bersaing di era disruptif dan dunia tak terbatas.

Dengan itu, Senat Mahasiswa fakultas Tarbiyah dan Keguruan menggelar training legislatif yang bertajuk Disrupsi Dunia Pendidikan dan Keterlibatan Legislator Muda di Era Smart Society 5.0.

Adapun tujuan diadakannya training legislatif oleh senat mahasiswa fakultas tarbiyah dan keguruan tersebut bermaksud untuk menghasilkan berbagi pemikiran yang solutif dan inovatif terkait dengan permasalahan yang menjadi tema, dibutuhkan peran aktif dari berbagi pihak dalam rangka memberikan sumbangsih terhadap acara training legislator ini.

cara yang dilaksanakan pada hari selasa 14 juni 2022 tersebut dilaksankan pukul 09.00 – selesai, dan diadakan di gedug Research Center, universitas islam negeri matarm, acara tersebut dihadiri oleh beberapa pemateri dari danggota dewan perwakilan rakyat daerah kota mataram dan bebrapa dosen uin mataram.

Adapun jumlah peserta yang hadir pada acara yang diadakan senat mahasiswa fakultas tarbiyah tersebut dihadiri oleh sekitar 100 mahasiswa dari 300 peserta dari dosen dan mahasiswa yang di targetkan pada acara tersebut.***