Universitas Islam Negeri Mataram melaksanakan pengukuhan Guru Besar ke 29, 30, dan 31 pada hari Senin 17 Juli 2023 di Auditorium Kampus 2 UIN Mataram.
Pengukuhan langsung dipimpin oleh Rektor UIN Mataram Prof Dr Masnun, M.AgGuru Besar ke 29, 30, dan 31 di kampus negeri berbasis islam tersebut.
Prof. Dr. Masnun, M. Ag., menyampaikan bahwa tiga guru besar tersebut, Prof. Dr. Syarifudin, S.Ag., S.S., M.Pd. sebagai Guru Besar ke-29 Bidang Ilmu Teaching English as a Foreign Language (TEFL) Fakultas Tarbiyah dan Keguruan, Prof. Dr. H. Maimun, S.Ag., M.Pd. sebagai Guru Besar ke-30 Bidang Ilmu Teknologi Pendidikan Fakultas Tarbiyah dan Keguruan serta Prof. Dr. Hj. Nurul Lailatul Khusniyah, M.Pd. sebagai Guru Besar ke-31 Bidang Ilmu Pendidikan Bahasa Inggris Fakultas Tarbiyah dan Keguruan.
“Alhamdulillah hari ini, kita kukuhkan tiga guru besar, maka jumlah Guru Besar UIN Mataram telah mencapai 31 orang,” kata Prof Masnun.
Selamat kepada tiga guru besar dan kepada keluarga besar yang mendampingi Semoga menjadi sedekah ilmiah bagi UIN Mataram dan peradaban.
“Ke pasar beli tomat dan opor, Ke Gapuk lewat Sekarbela, Selamat kepada tiga Profesor, Tetap tawadhu dan berkarya,” sambut Rektor dengan penuh canda dan bahagianya.
Para Guru Besar yang dikukuhkan pagi ini adalah para ahli waris keilmuan, sehingga dihadiri oleh keluarga besar, para guru dan guru besar sebagai tamu terhormat dalam walimah jami’ah.
“Selanjutnya dalam waktu dekat ini akan ada calon guru besar yang akan dikukuhkan sehingga nantinya UIN Mataram akan memiliki 50 orang guru besar sesuai target, menjadi barakna haulahu,” jelas Rak Rektor.
Untuk mendukung target tersebut UIN Mataram telah menetapkan berbagai kebijakan-kebijakan untuk mendorong percepatan Guru Besar.
Salah satu kebijakan tersebut yakni dibentuknya tim percepatan peningkatan jabatan fungsional bagi dosen-dosen UIN Mataram, termasuk percepatan guru besar, lektor kepala, dan lektor.
UIN Mataram juga berkomitmen untuk memberikan fasilitas-fasilitas yang mendukung percepatan peningkatan jabatan fungsional.
Guru besar menjadi idaman akademis sebagai strata tertinggi di kampus. Untuk mencapai Guru Besar jalannya berliku-liku, menunggunya lama dengan antrian panjang, karenanya meraih guru besar patut disyukuri.
“Demikianlah kita terlahir tidak paket jadi, ada proses pencarian untuk lahir sebagai prof. Sosok profesor sebagai gelar jabatan fungsional tertinggi dalam keilmuan, panutan dan menjadi referensi otoritatif,” imbuhnya.
Keberadaannya menjadi modal akreditasi unggul dan branding uin Mataram. Oleh karena itu, Profesor harus menjadi motor penggerak dalam mengembangkan dan melahirkan SDM yang bermanfaat untuk agama dan bangsa melalui UIN Mataram.***