Mataram: Fakultas Tarbiyah dan Keguruan (FTK) UIN Mataram kembali menggelar kegiatan rutin diskusi dosen lintas disipliner yang kali ini mengusung tema “Memperkuat Riset Kolaboratif untuk Akreditasi Internasional”. Kegiatan yang dilaksanakan pada Kamis, 4 September 2025 tersebut menghadirkan narasumber istimewa, Dr. Ruchman Basori, selaku Kepala Pusat Pembiayaan Pendidikan Agama dan Pendidikan Keagamaan (PUSPENMA) Kementerian Agama RI. Kamis, 04/09/2025.

Diskusi interdisipliner ini dibuka langsung oleh Dekan FTK UIN Mataram, Prof. Dr. H. Jumarim, M.HI. Dalam sambutannya, Prof. Jumarim menegaskan pentingnya forum lintas disipliner sebagai wadah produktif untuk memperkuat budaya riset kolaboratif. Ia menekankan bahwa pertemuan kali ini sangat spesial karena menghadirkan pejabat pusat yang berkompeten di bidang pembiayaan penelitian. “Harapan kami, semua dosen dapat memanfaatkan momentum ini dengan menyiapkan proposal riset berkualitas yang lahir dari kelompok riset (research group) di setiap program studi,” ujar Prof. Jumarim.
Sesi diskusi ini dimoderatori langsung oleh Dr. Emawati, M.Ag. selaku Kepala Pusat Penelitian LP2M UIN Mataram. Dalam paparannya, Dr. Ruchman Basori menyampaikan secara komprehensif mengenai program pendanaan riset dari Kementerian Agama, khususnya MORA the Air Funds. Ia menguraikan mulai dari cakupan tema penelitian, persyaratan administratif, mekanisme pengajuan proposal, hingga luaran yang diharapkan. Dr. Ruchman menekankan bahwa cakupan tema MORA the Air Funds sangat beragam mulai dari tema sosial humaniora, sains dan teknologi, ekonomi dan lingkungan dan kebijakan layanan pendidikan dan keagamaan. Adapun luaran penelitian tidak boleh berhenti pada publikasi semata, melainkan harus memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat, salah satunya bisa diukur dari tingkat kesiapterapan teknologi (TKT).

“Penelitian adalah bagian penting dari tridharma perguruan tinggi yang harus menjadi prioritas. Dengan adanya pendanaan yang memadai, kita bukan hanya menghasilkan artikel ilmiah, tetapi juga mampu menciptakan kultur akademik yang positif dan berdampak langsung bagi masyarakat,” jelas Dr. Ruchman.
Lebih jauh, ia mendorong para dosen FTK UIN Mataram untuk memperkuat kolaborasi riset antarprodi, lintas disiplin, bahkan antaruniversitas. Menurutnya, kolaborasi menjadi kunci utama untuk menghasilkan penelitian yang berkualitas. “Saya percaya, dengan sinergi dan semangat kolektif, FTK UIN Mataram dapat melahirkan riset yang tidak hanya berkontribusi bagi dunia akademik, tetapi juga mampu menjawab kebutuhan bangsa,” tambahnya. Selain sosialiasi MORA the Air Funds, Dr. Ruchman juga sempat mensosialisasikan program Beasiswa Indonesia Bangkit (BIB), baik untuk jenjang S1, S2 dan S3 di dalam dan luar negeri yang bisa diakses secara luas oleh para santri berprestasi, alumni maupun para dosen.

Diskusi berjalan interaktif dengan berbagai pertanyaan dari dosen peserta yang menyoroti strategi penulisan proposal, peluang tema riset yang didanai, hingga aspek teknis seleksi. Kegiatan ini diakhiri dengan ajakan bersama untuk memperkuat konsolidasi kelompok riset di tingkat prodi. Para dosen diharapkan mampu menjadikan forum diskusi lintas disipliner sebagai motor penggerak lahirnya penelitian unggulan. Dengan demikian, FTK UIN Mataram dapat semakin mantap melangkah menuju akreditasi internasional sekaligus menghadirkan kontribusi nyata bagi masyarakat melalui hasil-hasil riset yang aplikatif.