Tanjung Malim, 21 Juni 2023.
Puluhan Ibu-ibu bersama dengan suaminya menyimak dengan sangat seksama materi parenting tentang pentingnya pendidikan anak. Mereka adalah orang tua yang sudah puluhan tahun tinggal dan bekerja di Malaysia. Ada yang ikut suami, ada juga yang berjodoh di tanah rantau. Di sebuah ruko ukuran 6×3 meter, anak-anak mereka seminggu terakhir mulai beraktivitas di sebuah wadah sanggar bimbingan Muallim (sekolah non formal) yang diinisiasi oleh dosen Indonesia di UPSI beserta mahasiswa Indonesia yang studi di sana, tentu dengan dukungan dari pihak KBRI. Para orang tua merasa terharu karena apa yang diimpikan selama ini agar anak-anaknya mendapat pendidikan sebagaimana anak yang lain mulai ada harapan. Berdirinya sanggar ini menjadi angin segar sekaligus secercah harapan bagi para orang tua. Bisa dibayangkan, banyak di antara mereka yang harus menanggung resiko administrasi yang berdampak kepada masa depan anak-anaknya karena ketidaklengkapan dokumen kependudukan mereka. Bagaimanapun juga, pendidikan anak-anaknya harus diselamatkan. Itulah kenapa, kehadiran sanggar ini disambut dengan sangat baik oleh para orang tua. Namun, mereka tentu perlu terus disuntikkan motivasi dan edukasi agar memiliki komitmen untuk terus mendukung pendidikan anak-anaknya. UIN Mataram merasa terpanggil dengan kondisi yang dihadapi tenaga kerja Indonesia di tempat ini. Mahasiswa dan Dosen UIN Mataram mencoba menyentuh mereka dengan memberikan edukasi literasi kepada anak-anak dan parenting untuk orang tua.

Sore itu, empat orang mahasiswa FTK UIN Mataram yang sedang mengikuti program International Student Mobility (ISMOP) di UPSI memberikan permainan edukatif dan materi peningkatan literasi, sains dan bahasa untuk anak-anak. Sementara itu, di ruangan terpisah para dosen Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Mataram yang tergabung dalam program International Dissemination of Research Finding (IDRF) membuka ruang diskusi dan sekaligus memberikan motivasi kepada para orang tua. Kegiatan ini menjadi salah satu rangkaian kegiatan internasional dalam bentuk pengabdian internasional kolaborasi dosen dan mahasiswa UIN Mataram. Mereka juga dibekali ilmu parenting agar mampu mendidik anak-anak dan memastikan tumbuh kembang mereka dengan pola asuh yang benar. Di akhir materi pengabdian, para orang tua bercerita tentang kesan mereka tinggal dan bekerja di Malaysia. Hampir semua orang tua menginginkan agar anak-anaknya melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.
Dosen pengabdi diwakili oleh Nani Husnaini, M.Pd. (PIAUD), Syarifatul Mubarak, M.Pd. (Tadris Kimia), Dr Ika Rama Suhandra (TBI), L. Ahmad Didik Meiliyadi, M.Si. (Tadris Fisika), Soni Ariawan, M.Ed. (TBI), Irwan, PhD (Tadris Fisika) dan kelompok pengabdi langsung dipimpin oleh Wakil Rektor 1 UIN Mataram, Dekan FTK UIN Mataram, Wakil Dekan 1 dan 3 FTK UIN Mataram, Ketua LPM, Sekretaris dan Kapus Pengabdian LP2M serta Kabag Kepegawaian FTK UIN Mataram. Pada kesempatan tersebut juga, UIN Mataram melalui Wakil Rektor 1 menyampikan komitmen untuk mendukung penuh sanggar yang baru saja berdiri ini. “UIN Mataram berkomitmen untuk membantu semampu kami agar kegiatan pembelajaran di sanggar ini terus berjalan dengan suksesâ€, ungkap Prof. Dr. Adi Fadli, M.Ag, selaku Wakil Rektor 1 UIN Mataram dalam sambutan pembukanya.

Selain program pengabdian dari mahasiswa dan dosen FTK ini, UIN Mataram juga mengirimkan 4 orang mahasiswa untuk melaksanakan KKP (Kuliah Kerja Partisipatif) selama 28 hari. Mereka nantinya akan bertugas untuk mengajar di sanggar yang baru saja dirintas ini. Kehadiran UIN Mataram yang melakukan pengabdian penguatan literasi dan parenting serta KKP disambut sangat baik oleh orang tua dan pengurus sanggar. “Kehadiran UIN Mataram memberikan keberkahan kepada sanggar ini, sekaligus menjadi spirit bagi para volunteer untuk istiqomah mendidik anak-anak sanggar. Terlebih lagi UIN Mataram memberikan donasi dalam bentuk pengadaan kipas dan beberapa perlengkapan pendukung kegiatan belajar di sanggar. Bagi kami, ini luar biasa.â€, ungkap Dr. Salman selaku pembina sanggar. Selai itu, Zurriatun Sholihah (mahasiswa S2 di UPSI) yang menjadi kepala sanggar juga menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih yang mendalam kepada UIN Mataram yang bukan hanya datang untuk pengabdian tetapi siap membina keberlangsungan aktivitas sanggar ini.

Program pengabdian internasional oleh Fakultas Tarbiyah dan keguruan UIN Mataram di Perak, Malaysia, ini semakin menegaskan ikhtiar UIN Mataram untuk menuju internasionalisasi perguruan tinggi khususnya di lingkungan PTKIN. Sejalan dengan tema besar dari program internasional FTK UIN Mataram, empowering international achievements, strengthening global recognitions.
Langkah UIN Mataram menuju world class university mulai dan terus dirintis. “Kegiatan ini menjadi ikhtiar kita bersama, khususnya FTK UIN Mataram untuk kemajuan lembaga. Tiada lain untuk mengakselerasi pengembangan kapasitas SDM kita secara umum di tingkat internasional, serta memenuhi berbagai instrumen akreditasi secara khusus untuk menjadi unggulâ€, ungkap Dr. Jumarim, MHI, Dekan Fakultas Tarbiyah dan Keguruan, yang turut serta membuka kegiatan pengabdian ini.