Mataram, 20 Februari 2026 – Suasana siang itu di Hotel Lombok Raya Mataram tampak lebih semarak dari biasanya. Ratusan tenaga kependidikan dan dosen yang tergabung sebagai pengawas Uji Pengetahuan (UP) Pendidikan Profesi Guru (PPG) memadati ruang rinjani Ballroom.  Sebanyak 240 pengawas hadir mengikuti briefing yang diselenggarakan oleh PPG LPTK UIN Mataram sebagai bagian dari persiapan pelaksanaan UP.

Kegiatan ini digelar untuk memastikan kelancaran, ketertiban, dan efektivitas pelaksanaan ujian yang menjadi salah satu tahapan penting dalam proses sertifikasi guru profesional.

Dalam laporan Dr. Fathul Maujud, MA selaku ketua Program Studi PPG FTK UIN Mataram menyampaikan besarnya skala pelaksanaan UP kali ini.

“pelaksanaan UP Periode 1 tahun ini di Tempat Uji Kompetensi (TUK) UIN Mataram melibatkan sejumlah 9.595 peserta dari berbagai daerah di Indonesia. Proses pengawasan didukung oleh 240 pengawas dan 46 panitia yang akan memastikan ujian berjalan dengan lancar, tertib, dan professional.” ungkapnya.

Jumlah peserta yang besar tersebut menunjukkan tingginya kepercayaan terhadap TUK UIN Mataram, sekaligus menjadi tantangan tersendiri dalam menjaga mutu dan integritas pelaksanaan ujian.

Ketua LPTK UIN Mataram sekaligus Dekan FTK Prof. Dr. Maimun, M.Pd., dalam arahannya menekankan agar para pengawas mengedepankan sisi kemanusiaan dan kebijaksanaan dalam menjalankan tugasnya. Menurutnya, peserta UP PPG adalah para calon guru yang sedang berjuang melalui tahapan penting dalam karier profesionalnya.

“Laksanakan tugas dengan tegas, namun tetap humanis. Kedepankan empati, kesabaran, dan kebijaksanaan dalam menghadapi peserta. Kita tidak hanya mengawasi ujian, tetapi juga menjaga semangat dan kepercayaan diri mereka,” pesannya.

Ia menambahkan, keberhasilan UP PPG tidak hanya diukur dari kelancaran teknis, tetapi juga dari terciptanya suasana yang kondusif serta terbangunnya rasa percaya antara pengawas, peserta, dan penyelia.

Rektor UIN Mataram Prof. Dr. H. Masnun, M.Ag  menyampaikan rasa syukur atas kepercayaan yang kembali diberikan kepada LPTK UIN Mataram dalam penyelenggaraan Uji Pengetahuan (UP) PPG.

“Alhamdulillah, LPTK UIN Mataram masih dipercaya oleh panitia pusat untuk menjadi bagian dari pelaksanaan UP PPG. Ini adalah amanah besar yang harus kita jaga bersama,” ungkapnya.

Rektor menegaskan bahwa kepercayaan tersebut tidak datang begitu saja, melainkan hasil dari kerja keras, konsistensi, serta komitmen seluruh tim dalam menjaga kualitas pelaksanaan kegiatan sebelumnya.

Ia juga mengajak seluruh pihak yang terlibat, khususnya para pengawas, untuk terus menjaga profesionalitas, integritas, dan nama baik institusi. Menurutnya, keberhasilan pelaksanaan UP PPG tidak hanya berdampak pada peserta, tetapi juga menjadi cerminan mutu dan kredibilitas lembaga di tingkat nasional.

“Kepercayaan ini harus kita jawab dengan kerja yang maksimal, pelayanan yang terbaik, serta komitmen menjaga kualitas. Mari kita tunjukkan bahwa UIN Mataram mampu melaksanakan tugas ini dengan sebaik-baiknya,” tutupnya.

Sesi inti briefing dipandu oleh dua penyelia berpengalaman, yakni Dr. I Gede Sedana Suci, S.E., M.Ag dari UHN I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar dan Prof. Dr. Tien Rafida dari UIN Sumatera Utara Medan. Keduanya memberikan penjelasan rinci terkait mekanisme pengawasan, standar operasional prosedur, hingga strategi menghadapi berbagai kemungkinan yang dapat terjadi selama ujian berlangsung.

Diskusi yang menjadi penutup kegiatan berjalan dinamis dan konstruktif. Berbagai tantangan lapangan menjadi bahan pembahasan, mulai dari aspek teknis hingga pendekatan humanis dalam mendampingi peserta.

Para peserta briefing menyambut baik kegiatan ini. Salah satu pengawas menyampaikan bahwa briefing tersebut memberikan kejelasan standar dan meningkatkan rasa percaya diri dalam menjalankan tugas.

Melalui briefing yang dilaksanakan pada siang hari ini, diharapkan seluruh pengawas memiliki kesiapan yang matang, baik secara teknis maupun mental. Dengan demikian, pelaksanaan UP PPG di TUK UIN Mataram dapat berlangsung optimal, transparan, dan profesional, serta menghasilkan penilaian yang valid dan berkualitas bagi para calon guru profesional Indonesia.