Mataram – Fakultas Tarbiyah dan Keguruan (FTK) Universitas Islam Negeri (UIN) Mataram kembali menunjukkan komitmennya dalam penguatan budaya akademik dengan menyelenggarakan Diskusi Dosen Lintas Disipliner pada Kamis, 09 April 2026, bertempat di Ruang Sidang FTK UIN Mataram. Kegiatan ini menghadirkan narasumber internasional, Dr. Salman Alfarisi, M.Sn., dosen dari Universiti Pendidikan Sultan Idris (UPSI) Malaysia, yang membawakan materi bertajuk Contemporary Issues in Education.

Kegiatan ini dihadiri oleh Wakil Rektor I, Dekan FTK, para Wakil Dekan I, II, dan III, Ketua dan Sekretaris Program Studi se-FTK, Tim Gugus Mutu, pengelola jurnal, serta perwakilan dosen dan mahasiswa. Kehadiran lintas elemen akademik ini mempertegas pentingnya kolaborasi multidisipliner dalam merespons dinamika pendidikan yang terus berkembang.

Dalam paparannya, Dr. Salman Alfarisi menguraikan secara komprehensif enam isu kontemporer yang menjadi tantangan sekaligus peluang dalam dunia pendidikan global. Isu pertama yang disoroti adalah Outcome-Based Education (OBE), yang menekankan pentingnya orientasi pendidikan pada capaian pembelajaran yang terukur dan relevan dengan kebutuhan dunia kerja. Menurutnya, OBE tidak sekadar perubahan kurikulum, melainkan transformasi paradigma pembelajaran dari berpusat pada pengajar menjadi berpusat pada hasil belajar peserta didik .

Selanjutnya, ia mengangkat peran pendidikan dalam membangun opini publik, baik di tingkat lokal maupun global. Dalam era digital yang sarat informasi, lembaga pendidikan tidak lagi hanya menjadi pusat transfer ilmu, tetapi juga memiliki tanggung jawab dalam membentuk cara berpikir kritis, literasi media, serta kesadaran global mahasiswa. Pendidikan, dalam konteks ini, berfungsi sebagai agen pembentuk narasi publik yang konstruktif dan berimbang .

Isu ketiga yang menjadi perhatian adalah fenomena disrupsi dalam pendidikan. Dr. Salman menegaskan bahwa perkembangan teknologi digital, kecerdasan buatan, dan perubahan sosial telah menggeser pola pembelajaran konvensional. Pendidikan dituntut untuk lebih adaptif, inovatif, serta mampu memanfaatkan teknologi sebagai bagian integral dari proses pembelajaran. Kegagalan dalam merespons disrupsi ini berpotensi menciptakan kesenjangan kompetensi di kalangan lulusan .

Lebih jauh, konsep proksi pendidikan turut menjadi bahasan menarik. Dalam konteks ini, pendidikan tidak hanya dilihat dari proses formal di ruang kelas, tetapi juga dari berbagai representasi dan indikator yang menggambarkan kualitas pendidikan secara tidak langsung, seperti reputasi institusi, publikasi ilmiah, serta jejaring akademik. Hal ini menuntut perguruan tinggi untuk memperkuat ekosistem akademiknya secara menyeluruh .

Isu berikutnya adalah semantic alliance dalam pendidikan, yang menekankan pentingnya kolaborasi makna antar disiplin ilmu. Dr. Salman menjelaskan bahwa tantangan global tidak dapat diselesaikan dengan pendekatan monodisipliner. Oleh karena itu, sinergi lintas bidang keilmuan menjadi kunci dalam menghasilkan solusi yang komprehensif dan inovatif. Diskusi lintas disipliner seperti yang dilaksanakan FTK UIN Mataram menjadi contoh nyata implementasi konsep ini .

Terakhir, ia mengangkat isu asymmetric welfare dalam pendidikan, yakni ketimpangan akses dan kualitas pendidikan antar wilayah dan kelompok masyarakat. Ketimpangan ini menjadi tantangan serius yang memerlukan intervensi kebijakan, inovasi pembelajaran, serta kolaborasi antar lembaga untuk memastikan pemerataan kualitas pendidikan. Pendidikan, menurutnya, harus menjadi instrumen keadilan sosial, bukan justru memperlebar kesenjangan .

Dekan FTK UIN Mataram dalam sambutannya menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya strategis fakultas dalam meningkatkan kapasitas dosen, memperluas wawasan global, serta memperkuat budaya riset dan publikasi ilmiah. Ia berharap hasil diskusi ini tidak berhenti pada tataran wacana, tetapi dapat diimplementasikan dalam praktik pembelajaran, pengembangan kurikulum, dan penguatan jejaring akademik internasional.

Diskusi berlangsung dinamis dan interaktif. Para peserta memberikan tanggapan, khususnya terkait implementasi OBE, strategi menghadapi disrupsi teknologi, serta peluang kolaborasi lintas disiplin dalam riset dan publikasi. Kegiatan ini tidak hanya menjadi forum pertukaran gagasan, tetapi juga momentum refleksi bersama dalam merumuskan arah pengembangan pendidikan di lingkungan FTK UIN Mataram.

Melalui kegiatan ini, FTK UIN Mataram menunjukkan langkah progresif dalam merespons isu-isu global pendidikan serta memperkuat posisinya sebagai institusi yang adaptif, inovatif, dan berdaya saing di tingkat internasional. global.