Jumat, 23 Juni 2023, rombongan pimpinan Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Mataram bertemu dengan Atase Pendidikan Kedutaan Besar Republik Indonesia Malaysia di kantor KBRI Kuala Lumpur. Kedatang pimpinan FTK UIN Mataram ini dalam rangka membuka peluang kerjasama dengan KBRI khususnya dalam bidang pendidikan melalui program PPL internasional dan inisiasi kelas internasional. Dr. Jumarim,MHI. (Dekan Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Mataram) membuka diskusi dengan memaparkan berbagai program internasional FTK UIN Mataram yang sedikit banyak sangat beririsan dengan rutinitas program yang selama ini dijalani oleh KBRI Malaysia khususnya atase pendidikan. Diskusi juga disambung oleh Irwan, PhD selaku Kepala Kantor Urusan Internasional UIN Mataram dengan menjelaskan program rekrutmen mahasiswa internasional di UIN Mataram.

Selain itu, muncul juga diskusi tentang kemungkinan sister school madrasah atau sekolah di NTB dengan sekolah-sekolah di Malaysia dan berbagai isu yang berkaitan dengan pengembangan perguruan tinggi di Indonesia melalui berbagai macam terobosan program internasional sebagai bentuk akselerasi menuju internasionalisasi perguruan tinggi. Pada kesempatan tersebut, rombongan FTK UIN Mataram juga melaporkan berbagai program kerjasama internasional yang telah dilaksanakan dengan kampus-kampus di Malaysia seperti kerjasama dengan UPSI dalam bentuk joint seminar, student mobility, research collaboration dan program lainnya. Langkah ini diapresiasi oleh pihak atase pendidikan KBRI sebagai bentuk dukungan untuk memperkuat kerjasama Indonesia dan Malaysia dalam bidang pendidikan.

Atase Pendidikan dan Kebudayaan KBRI Kuala Lumpur, Prof Mohammad Firdaus, menyambut baik kedatangan Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Mataram, terlebih lagi beliau sedang sangat fokus untuk membuka akses pendidikan seluas-luasnya bagi anak-anak Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang ada di Malaysia baik melalui sekolah-sekolah indonesia secara formal maupun melalui sanggar-sanggar sebagai bagian dari pendidikan non formal yang menjadi pendidikan alternatif untuk menjangkau anak Indonesia di berbagai tempat di Malaysia. “Saat ini sudah ada 31 sanggar bimbingan di Semenanjung Malaysia, di mana anak-anak PMI yang lahir di Malaysia mendapatkan pendidikan secara non-formal. Lokasi sanggar-sanggar tersebut menyebar dan pengelolaannya atas inisiasi masyarakat atau organisasi masyarakat.”, ungkapnya. Pihak KBRI dalam hal ini atase pendidikan siap memfasilitasi program magang mahasiswa baik dalam bentuk PPL bagi para calon guru dari FTK UIN Mataram maupun program lain yang relevan karena akan sangat mendukung ikhtiar KBRI khususnya atase pendidikan dalam memaksimalkan jangkauan akses pendidikan kepada anak-anak Indonesia di Malaysia. Pada kesempatan tersebut, FTK UIN Mataram dan Atase Pendidikan KBRI Malaysia mendatangani Letter of Intent (LoI) sebagai komitmen bersama untuk menjadi pijakan dalam merealisasikan program yang telah didiskusikan.