Universitas Islam Negeri (UIN) Mataram kembali mencatatkan sejarah penting dengan menyelenggarakan Yudisium dan Pengukuhan Peserta Pendidikan Profesi Guru (PPG) Dalam Jabatan Batch 2 dan 3 Tahun 2025. Kegiatan ini dilaksanakan secara daring pada Senin (29/12/2025) dan diikuti oleh 1.858 peserta, yang terdiri atas 592 guru Madrasah dan 1.266 guru Pendidikan Agama Islam (PAI). 
Para peserta yang dikukuhkan telah menempuh proses pembelajaran intensif melalui Program PPG Transformas. Program ini merupakan bagian dari upaya strategis pemerintah dalam menyiapkan tenaga pendidik yang profesional dan berdaya saing, sejalan dengan mandat Kementerian Agama Republik Indonesia.
Dalam sambutannya, Dekan Fakultas Tarbiyah dan Keguruan (FTK) sekaligus Ketua LPTK UIN Mataram, Prof. Dr. H. Maimun, M.Pd., menegaskan bahwa yudisium bukanlah akhir dari proses belajar seorang guru.

“Ilmu pengetahuan berkembang sangat cepat. Guru yang baik adalah mereka yang terus menambah wawasan dan kompetensi agar mampu menjawab tantangan pendidikan,” ujarnya.
Sementara itu, Rektor UIN Mataram yang diwakili oleh Wakil Rektor I, Prof. Dr. H. Adi Fadli, M.Ag., menyampaikan pesan mendalam kepada para pendidik agar memperlakukan peserta didik sebagaimana anak sendiri.

“Apa yang kita harapkan baik untuk anak kita, seperti itulah perlakuan yang harus kita berikan kepada anak didik,” pesannya.
Ia juga menekankan bahwa proses pendidikan tidak cukup hanya mengandalkan pengetahuan dan metode, tetapi harus dilandasi dengan ketulusan hati.
“Mendidik dari hati akan sampai ke hati anak didik,” tambahnya. Ia berharap seluruh ikhtiar dalam mendidik generasi penerus bangsa menjadi amal kebaikan yang bernilai ibadah.
Kegiatan yudisium berlangsung dengan khidmat dan penuh semangat meskipun dilaksanakan secara daring. Setelah pengukuhan peserta oleh Dekan, acara dilanjutkan dengan penyerahan sertifikat pendidik dan transkrip nilai secara simbolik kepada 10 perwakilan peserta.

Yudisium ini menegaskan komitmen UIN Mataram dalam mendukung program nasional peningkatan kualitas guru, sekaligus memperkuat peran perguruan tinggi keagamaan Islam dalam mencetak pendidik profesional yang siap berkontribusi menuju Indonesia Emas 2045.