Fakultas Tarbiyah dan Keguruan (FTK) UIN Mataram menggelar Studium Generale spesial di Auditorium UIN Mataram, Kamis (23/4). Acara ini menghadirkan Sekretaris Dirjen Pendidikan Islam Kemenag RI, Prof. Dr. M. Arskal Salim, GP, M.Ag, yang mengupas tuntas arah baru dan potensi besar Generasi Z di Indonesia.

Rektor UIN Mataram, Prof. Dr. H. Masnun, M.Ag, dalam sambutannya menegaskan bahwa kampus harus menjadi ruang kreatif yang adaptif bagi mahasiswa. Menurutnya, memahami karakter Gen Z adalah kunci agar universitas bisa mencetak lulusan yang tidak hanya unggul secara akademis, tapi juga relevan dengan kebutuhan zaman yang serba digital.

Dalam paparan utamanya, Prof. Arskal Salim mengungkapkan fakta menarik bahwa Gen Z kini mendominasi hampir 28% populasi Indonesia dengan jumlah mencapai 74,9 juta jiwa. Beliau menekankan bahwa Gen Z adalah generasi “digital-native” sejati yang menjadikan gawai sebagai pusat kehidupan untuk belajar, bekerja, hingga bersosialisasi.
Ada pergeseran nilai yang mencolok pada generasi ini, di mana 89% Gen Z lebih menghargai pekerjaan yang memiliki makna dan dampak sosial dibandingkan sekadar gaji tinggi. Mereka juga sangat vokal terhadap isu lingkungan, keadilan sosial, serta sangat peduli pada kesehatan mental. Namun, tantangan besar tetap ada dengan sekitar 20,31% pemuda saat ini masuk kategori NEET (Not in Education, Employment, or Training), yang memerlukan perhatian serius dari pemerintah dan institusi pendidikan.

Sebagai penutup, Prof. Arskal mengajak semua pihak untuk berhenti melihat Gen Z dengan pola pikir lama. Dengan kolaborasi lintas generasi yang setara dan penguatan literasi digital, Gen Z akan menjadi mesin penggerak utama menuju Indonesia Emas 2045. Hal ini sejalan dengan pesan penutupnya “Siapa pun yang mampu membaca denyut nadi Gen Z akan berada selangkah lebih maju membangun Indonesia.”