Mataram, 5 November 2025 — Fakultas Tarbiyah dan Keguruan (FTK) Universitas Islam Negeri (UIN) Mataram menyelenggarakan kegiatan Yudisium Semester Ganjil Tahun Akademik 2025/2026 pada hari Rabu, 5 November 2025, bertempat di Auditorium Kampus 2 UIN Mataram. Sebanyak 190 mahasiswa dari 10 program studi di lingkungan FTK resmi dinyatakan lulus dan berhak menyandang gelar sarjana pendidikan.

Kegiatan yudisium berlangsung khidmat dan penuh makna, dihadiri langsung oleh Rektor UIN Mataram, Prof. Dr. H. Masnun, M.Ag, bersama Dekan FTK, Wakil Dekan I, II, dan III, serta para Ketua dan Sekretaris Program Studi se-lingkungan FTK. Suasana haru dan kebanggaan terasa kuat ketika para peserta mendengarkan sambutan dari pimpinan fakultas dan universitas yang memberikan pesan serta motivasi untuk melangkah ke tahap kehidupan berikutnya.

Acara yudisium juga diisi dengan orasi ilmiah yang disampaikan oleh Prof. Dr. Supardi, M.Pd. Dalam pemaparannya, Prof. Supardi menyampaikan deskripsi tentang kondisi saat ini sebagai era The Great Shift, yaitu suatu masa di mana peradaban manusia bergerak dengan percepatan luar biasa. Menurutnya, perubahan besar yang terjadi di berbagai bidang kehidupan menuntut kesiapan dan ketangguhan para sarjana untuk beradaptasi, berinovasi, serta mengambil peran aktif dalam membangun masyarakat yang cerdas dan berkarakter. Ia juga menegaskan pentingnya peran guru dan tenaga pendidik sebagai agen perubahan sosial yang tidak hanya mentransfer ilmu pengetahuan, tetapi juga menanamkan nilai, moral, dan spiritualitas dalam menghadapi dinamika zaman yang serba cepat.

Dalam sambutannya, Dekan FTK menyampaikan tiga pesan utama sebagai bekal bagi para alumni untuk menghadapi dunia kerja dan kehidupan sosial setelah menyelesaikan studi di kampus. Ia menekankan bahwa para lulusan harus mampu memberikan manfaat terbaik kepada masyarakat sebagai bentuk amal profesional dari alumni UIN Mataram. Dekan juga berpesan agar lulusan senantiasa menunjukkan identitas unggul dan nilai moral yang baik, mencerminkan pribadi yang berwibawa dan berakhlak mulia sesuai dengan ajaran Islam. Selain itu, para lulusan diharapkan dapat menerapkan profesionalisme dalam mengajar serta mengamalkan ilmu tarbiyah secara efektif dan inovatif di dunia pendidikan maupun di masyarakat luas.
Sementara itu, Rektor UIN Mataram, Prof. Dr. H. Masnun, M.Ag, dalam sambutannya memberikan apresiasi tinggi kepada seluruh peserta yudisium atas keberhasilan mereka menyelesaikan studi di tengah berbagai tantangan akademik. Rektor menyebutkan bahwa rata-rata mahasiswa FTK menempuh masa studi antara empat hingga lima tahun dengan melewati berbagai proses akademik seperti PPL, KKP, penyusunan proposal, hingga ujian skripsi. “Keberhasilan hari ini adalah bukti nyata dari perjuangan panjang yang telah kalian lalui dengan tekun dan penuh kesabaran,” ujar Rektor.

Beliau menegaskan bahwa misi utama dari sambutan ini adalah untuk memberi semangat dan motivasi kepada para sarjana baru agar tidak berhenti belajar dan terus berkontribusi bagi masyarakat. Rektor juga mengingatkan pentingnya melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi seperti S2 atau S3, sebagai upaya meningkatkan kapasitas diri. Selain itu, beliau menekankan agar para lulusan senantiasa berbakti kepada orang tua karena gelar yang diraih tidak lepas dari doa dan dukungan mereka. Di akhir sambutannya, Rektor berharap agar para alumni tetap menjaga silaturahim dengan UIN Mataram sebagai bentuk kecintaan dan kebanggaan terhadap almamater.

Dalam kegiatan tersebut, penghargaan sebagai Wisudawan Terbaik Fakultas diberikan kepada M. Sunardi, mahasiswa Program Studi Pendidikan Agama Islam, dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,85 dan predikat Cum Laude. Prestasi ini menjadi bukti dedikasi dan kerja keras yang luar biasa selama menempuh pendidikan di FTK UIN Mataram, sekaligus menjadi inspirasi bagi mahasiswa lainnya untuk terus berprestasi dan berkontribusi bagi dunia pendidikan.
Kegiatan yudisium diakhiri dengan pembacaan doa dan foto bersama. Momen tersebut menjadi penanda resmi berakhirnya perjalanan akademik di bangku kuliah sekaligus awal dari pengabdian baru bagi para sarjana pendidikan yang siap menebar manfaat bagi bangsa, agama, dan masyarakat.