Mataram, Rabu 8 Oktober 2025 — Universitas Islam Negeri (UIN) Mataram kembali mencatatkan sejarah penting dalam pengembangan keilmuan dan peningkatan kualitas akademik. Dua dosen terbaik dari Fakultas Tarbiyah dan Keguruan (FTK) resmi dikukuhkan sebagai Guru Besar, yaitu Prof. Dr. H. Akhmad Asyari, M.Pd dalam bidang Strategi Pembelajaran, dan Prof. Dr. Supardi, M.Pd dalam bidang Media Pembelajaran.
Prosesi pengukuhan berlangsung khidmat di Auditorium UIN Mataram dan dihadiri oleh Rektor UIN Mataram Prof. Dr. H. Masnun Tahir, M.Ag, para Wakil Rektor, Dekan dan Wakil Dekan di lingkungan UIN Mataram, dosen, pegawai, serta keluarga besar kedua guru besar.
Dalam sambutannya, Rektor UIN Mataram Prof. Dr. H. Masnun Tahir, M.Ag menyampaikan apresiasi dan kebanggaan atas capaian akademik yang diraih oleh kedua profesor baru tersebut. Menurut beliau, pengukuhan ini bukan hanya penghargaan atas dedikasi dan kerja keras, tetapi juga sebuah tanggung jawab moral dan intelektual untuk terus berkontribusi bagi kemajuan ilmu pengetahuan dan pendidikan Islam.

“Guru besar adalah puncak capaian akademik, tetapi bukan akhir dari perjalanan keilmuan. Justru di sinilah tantangan dimulai — bagaimana ilmu dan karya dapat memberi manfaat nyata bagi masyarakat dan dunia pendidikan,” ujar Rektor.
“Kedua profesor ini telah lama berkiprah di bidang pendidikan dan menjadi teladan bagi sivitas akademika UIN Mataram. Kepakaran mereka di bidang strategi dan media pembelajaran sangat relevan dengan kebutuhan pendidikan di era digital saat ini,” tambahnya.
Dalam kesempatan tersebut, Prof. Dr. H. Akhmad Asyari, M.Pd menyampaikan orasi ilmiah berjudul “Membongkar mitos learning style dalam rancang strategi pembelajaran yang berbasis bukti”. Ia menekankan pentingnya dalam strategi pembelajaran dunia pendidikan kontempoler, yaitu para pendidik harus mengajar berdasarkan bukti yang sahih.

“Pembelajaran harus didesain sesuai dengan sifat materi dan tujuan yang hendak dicapai, bukan berdasarkan gaya belajar siswa sehingga mendapatkan pembelajaran yang bermakna tanpa dibatasi oleh sekat-sekat kategorisasi yang sempit,” ungkap Prof. Akhmad Asyari.
Sementara itu, Prof. Dr. Supardi, M.Pd dalam orasi ilmiahnya berjudul “Transformasi Media Pembelajaran berbasis kearifan lokal di Era Digital” menegaskan bahwa inovasi media menjadi kunci keberhasilan pembelajaran modern.

“Media pembelajaran bukan sekadar alat bantu, media adalah roh pembelajaran, media pembelajaran adalah panggung interaksi antara ilmu, nilai dan budaya. Media dapat mengubah cara berpikir, membangun makna dan menanamkan karakter jika dirancang dengan visi yang tepat.” tutur Prof. Supardi.
Pengukuhan dua guru besar ini menjadi momentum penting bagi Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Mataram untuk terus berkomitmen membangun tradisi akademik yang unggul, religius, dan berdaya saing global. Dekan FTK UIN Mataram, dalam kesempatan terpisah, menyampaikan bahwa kehadiran dua profesor baru ini akan memperkuat kapasitas fakultas dalam bidang penelitian, pengajaran, dan inovasi pembelajaran.

Acara diakhiri dengan ucapan selamat dan doa bersama, diiringi rasa syukur dan kebanggaan seluruh sivitas akademika. Semoga kehadiran Prof. Dr. H. Akhmad Asyari, M.Pd dan Prof. Dr. Supardi, M.Pd sebagai guru besar baru menjadi inspirasi bagi generasi muda akademisi untuk terus berkarya, berinovasi, dan mengabdi bagi kemajuan pendidikan Islam dan bangsa Indonesia.