Mataram, 2 November 2023 – Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FTK) UIN Mataram merayakan kesuksesan peserta Batch 1 program PPG Dalam Jabatan tahun 2023. Acara penting ini menandai yudisium (wisuda) dan pengukuhan 89% dari para peserta.
Program ini, yang diselenggarakan oleh LPTK UIN Mataram, diikuti oleh 195 Guru Pendidikan Agama Islam dan 128 Guru Madrasah serta Guru Kelas dari berbagai daerah, termasuk dari NTB, Bali, NTT, Morowali di Sulawesi Tengah, Jawa Barat, dan bahkan Sumatra.

Dr. Jumarim, M.HI, Ketua LPTK UIN Mataram dan juga Dekan FTK UIN Mataram, menyampaikan rasa syukur atas pencapaian yang luar biasa ini. Ia menyoroti peningkatan 20% dari tingkat kelulusan dibandingkan dengan periode sebelumnya. Dr. Jumarim juga memberikan apresiasi khusus kepada mahasiswa PPG yang berkolaborasi dengan Pemerintah Daerah (Pemda) Morowali, yang langsung mencapai tingkat kelulusan 100%.
Acara yudisium, yang berlangsung secara hibrida, dihadiri oleh Direktur Diktis Kemenag, yang diwakili oleh Ketua Sub Tim Evaluasi Akademik, Dr. Muhammad Khairul Rifa’i, M.SI. Dr. Muhammad Khoirul Rifa’i, M.Pd.I menyampaikan harapan dari Prof. Dr. H. Ahmad Zainul Hamdi, M.Ag, Direktur Diktis Kemenag, agar para lulusan PPG terus meningkatkan profesionalitas mereka sebagai guru.

Prof. Dr. H. Adi Fadli, M.Ag, Wakil Rektor 1 UIN Mataram yang mewakili Rektor UIN Mataram, membuka acara yudisium dan pengukuhan. Beliau mengingatkan para lulusan untuk selalu bersyukur atas perjuangan keras selama tiga bulan dalam menggapai prestasi ini. Ia juga menekankan pentingnya mengucapkan terima kasih kepada kedua orang tua yang telah memberikan dukungan tak kenal lelah.

Dr. Hery Priatna Sanusi, M.Ag, seorang dosen dari UIN Bandung, menyampaikan orasi ilmiah, di mana ia menekankan pentingnya mengimplementasikan pengetahuan yang telah diperoleh selama program PPG ketika mengajar di sekolah. Peserta yudisium dan pengukuhan diharapkan dapat menjalani peran mereka sebagai pendidik dengan penuh dedikasi dan komitmen. Semoga keberhasilan mereka menjadi inspirasi bagi generasi pendidik berikutnya. (SS)