Yudisium FTK UIN Mataram yang diselenggarakan di Auditorium kampus 2 Jalan Gajah Mada merupakan peserta yudisium yang paling gemuk di lingkungan UIN Mataram dari 5 fakultas lainnya yaitu 565 orang sesuai dengan SK Dekan FTK UIN Mataram yang ditandatangani Dekan FTK UIN Mataram Dr. Jumarim, M.HI atas nama Rektor.

Pada momen pengukuhan sebagai sarjana S1 bagi mahasiswa FTK UIN Mataram dilalu dengan diantar oleh sebuah orasi ilmiah yang disampaikan oleh dosen FTK yang baru saja mendapatkan gelar, yaitu Dr. Hadi Ningrat, M.Pd.

Dr. Hadi NIngrat yang baru saja dikukuhkan sebagai doktor ke-56 Pascasarjana UIN Mataram mengungkapkan pentiknya komik dalam pembelajaran sejarah karena dengan media tersebut akan meningkatkan semangat para siswa untuk belajar sejarah Islam.

Sekprodi Prodi PIAUD FTK UIN Mataram tersebut mengungkapkan media ini tentu sangat diperlukan terutama bagi siswa yang memiliki kecendrungan untuk melihat gambaran langsung karena tidak cukup dengan penuturan dan visual. berdasarkan hasil riset yang dilakukan bahwa komik sebagai salah satu bagian dari sarana dan prasarana belajar sangat mempengaruhi proses pembelajaran maka gunakanlah komit untuk membuat anak senang belajar Sejarah Kebudayaan Islam, pesannya di hadapan 565 mahasiswa peserta yudisium FTK UIN Mataram Semester Genap TA 2022/2023 dan para pimpinan.

Dekan FTK UIN Mataram, Dr. Jumarim, S.Ag. M.HI dalam sambutannya menyampaikan ucapan selamat kepada semua mahasiswa yang telah menyelesaikan studi di FTK UIN Mataram yang didominasi oleh mahasiswa angkatan tahun 2019 yaitu mahasiswa yang berada pada semester 8 mencapai 80%an dan sisanya adalah mahasiswa angkatan 2018, 2017 dan 2016.

Dekan yang merupakan Aktivis 98 tersebut juga menegaskan bahwa berharap bisa dan telah sukses menyeimbangkan mahasiswa yang masuk dan yang keluar. Kami telah banyak memangkas proses administrasi dan birokrasi yang panjang agar mahasiswa cepat selesai dan meraih kesuksesannya, terutama yang berkaitan dengan adminstrasi tugas akhir. mulai dari penghapusan persyaratan bebas pinjam di perpustakaan daerah, penyecekan plagiasi yang berbayar menjadi gratis, keharusan menyerahkan skripsi ke dosen penguji dan pembimbing, dan keharusan menyediakan snek dan sejenisnya saat ujian skripsi. hal tersebut dirasakan mahasiswa menjadi penghambat mahasiswa untuk meraih kesuksesannya, tegasnya, tetapi jangan sampai mengabaikan kualitas, pesannya.

Untuk menjaga kualitas tersebut dan agar tugas akhir tidak lagi menjadi momok maka mulai tahun Akademik 2022/2023 setiap mahasiswa hanya memiliki satu orang pembimbing tetapi tetap diuji oleh 2 orang dosen sejak ujian proposal.

Wakil Rektor 1 Prof. Dr. H. Adi Fadli, M.Ag yang mewakil Rektor UIN Mataram memberikan 2 pesan singkat dan dipandang urgen saat membuka yudisium tersebut, yaitu 1) Selalu Mempersiapkan diri untuk masa depan; 2) Menjadi manusia yang bermanfaat dan mandiri.

Yudisium semester genap tahun akademik 2022/2023 FTK UIN Mataram ini menetapkan mahasiswa terbaik 10 program studi yaitu:

  1. Fidinia Ainisahlia Program studi Pendidikan Islam ANak Usia Dini dengan IPK 3,94
  2. Julaen dari Program studi Pendidikan Agama Islam dengan IPK 3,90
  3. Edi Sukmojati dari Program studi Tadris Bahasa Inggris dengan IPK 3,82
  4. 4.Nurlaela Khairi dari Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah dengan IPK 3,81
  5. Atika Rizki Amaliah dari Program Studi Tadris Kimia dengan IPK 3,78
  6. Siti Raihanun dari Program Studi Tadris Fisika dengan IPK 3,75
  7. Sumiyati dari Program Studi Tadris IPS dengan IPK 3,75
  8. Azma Watun Najah dari Progrma Studi Tadris IPA dengan IPK 3,75
  9. Rozanah Umaira dari Program studi Pendidikan Bahasa Arab dengan IPK 3,72
  10. Rahmawati dari program studi Tadris Matematika dengan IPK 3,62

dari 10 perwakilan terbaik dari masing-nasibg program studi, mahasiswa Program Studi PIAUD mendapat penghargaan sebagai peserta yudisium terbaik fakultas atas nama Fidinia Ainisahlia dengan IPK 3,94. putri dari keluarga akademisi universitas Mataram tersebut diberikan hadiah berupa uang tunai sebesar Rp. 1.000.000,- sebagai bentuk apresiasinya terhadap prestasi yang diraih. Adapun untuk mahasiswa yang belum mendapatkan prestasi hari ini bisa meraih prestasinya di kesempatan yang lain, tutupnya.