Yudisium Fakultas Tarbiyah dan Keguruan (FTK) Universitas Islam Negeri Mataram dilaksanakan pada tanggal 22 Juli 2019 mulai pada pukul 07.00 WITA di ruang Ballroom gedung Islamic Center Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB). Kegiatan tersebut dihadiri oleh seluruh jajaran pimpinan dari UIN Mataram yang terdiri dari Rektor, Prof. Dr. H. Mutawali, M.Ag., Wakil Rektor III Dr. Hj. Nurul Yakin, M.Pd. Kepala Biro AUAK Dr. H. Subuhi, M.Ag., Dekan Fakultas Tarbiyah dan Keguruan (FTK) UIN Mataram Dr. Hj. Lubna, M.Pd., Wakil Dekan I Dr. H. Abdul Quddus, M.A, Wakil Dekan II Dr. Syamsul Arifin, M.Ag., dan Wakil Dekan III Dr. Akhmad Asy’ari, M.Pd., Bapak dan Ibu Ketua serta Sekertaris Jurusan di lingkungan Fakultas Tarbiyah dan Keguruan yang terdiri dari jurusan Kimia, PAI, Fisika, TBI, PBA, PIAUD, IPS, PGMI, Biologi, dan Matematika Serta, hadir pula Prof. Dr. H. M. Taufik, M.Pd. selaku ketua senat Universitas Islam Negeri Mataram bersama para dosen dilingkungan FTK.

Jumlah mahasiswa yang mengikuti kegiatan yudisium tersebut adalah 483 orang dengan jumlah terbesar adalah pada jurusan PGMI yang lebih dari 100 mahasiswa. Mahasiswa terbaik di tingkat fakultas diraih oleh Husnul Khotimah dengan IPK 3.78 dengan predikat Cumlaude dan meraih nilai A+ untuk ujian skripsi. Adapun mahasiswa terbaik kedua fakultas diraih oleh Sugianto sebagai mahasiswa PAI dengan IPK yang sama dengan peringkat pertama.

Mahasiswa hadir pada pukul 07.00 WITA dan langsung memasuki ruangan Ballroom dengan duduk sesuai dengan posisi yang telah dilatihkan disaat gladhi bersih sehari sebelum acara di tempat yang sama. Pada waktu yang sama, seluruh panitia yang diketuai oleh Bapak WD II FTK Dr. Syamsul Arifin, M.Ag. telah hadir dan mempersiapkan segala sesuatu sehubungan dengan pelaksanaan acara. Bapak WD II memberikan komando kepada seluruh panitia dan peserta untuk gladhi bersih pra-acara guna memantbakan pelaksanaan kegiatanya.

Pada pukul 07.15 WITA, MC acara, Tuti Alawiyah yaitu mahasiswi semester VI jurusan PGMI, memulai prosesi gladhi bersih dengan membacakan salam. Seluruh panitia berada dalam posisinya masing-masing. Satu demi satu rangkaian acara disebutkan dan dilalui hingga berakhirlah prosesi gladhi bersih pra-acara.

Pukul 08.00 WITA, seluruh pejabat UIN Mataram, Fakultas Tarbiyah dan Keguruan, dan Undangan telah hadir di dalam ruangan. Sehingga, Afif Ikhwanul Muslimin, M.Pd. selaku sekertaris dan sesuai arahan Bapak ketua panitia, prosesi yudisium FTK semester genap tahun akademik 2018-2019 dimulai. MC menyambut nama-nama setiap undangan dan menyampaikan bahwa acara telah dibuka dan dimulai. Acara selanjutnya adalah pembacaan ayat suci Al-Qur’an yang dibacakan oleh Irham Jaelani mahasiswa PAI dengan membacakan surat Al-Imran. Acara berlangsung hidmat dengan seluruh peserta khusyuk mendengarkanya.

Acara ketiga yaitu menyanyikan lagu Indonesia raya yang dipandu oleh paduan suara dari jurusan PGMI dengan iringan music keyboard oleh pelatih paduan suara Bapak Johan. Seluruh peserta dan hadirin acara berdiri dan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia. Setelah itu seluruh hadirin duduk dan menikmati lantunan Mars dan Hymne UIN Mataram yang dinyanyikan oleh tim paduan suara PGMI.

Acara selanjutnya adalah laporan ketua panitia kegiatan yudisium yaitu Dr. Syamsul Arifin, M.Ag. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan bahwa total peserta yudisium adalah 483 orang dengan 3 orang mahasiswa gagal mengikuti yudisium karena dinyatakan tidak lulus dalam ujian skripsi. Beliau juga menyampaikan bahwa ada 85% peserta yudisium lulus dengan masa studi 4 (empat) tahun dan kurang lebih 3% yang menyelesaikan perkuliahan dengan masa studi 14 semester atau 7 (tujuh) tahun. Hanya 12% peserta yudisium yang lulus dengan masa studi antara 5-6 tahun. Hal ini menunjukkan bahwa FTK berhasil memacu mahasiswa untuk meraih gelar akademiknya tepat waktu. Hal menarik yang disampaikan oleh Bapak WD II juga ketua panitia adalah mahasiswa terbaik di FTK adalah mahasiswa peraih beasiswa Bidik Misi.

Selepas sambutan panitia, acara dilanjutkan dengan orasi ilmiah oleh Ibu Dr. Hj. Nurul Lailatul Khusniyah yang mengangkat judul “Carving Success in Industry 4.0 Era with 21st Century Education Skills”. Dalam oransinya, beliau menyebutkan bahwa pertumbuhan era yang berimbas pada kehidupan manusia tidaklah bisa dihindari. Malahan manusia harus bisa menyesuaikan diri dengan perubahan tersebut. Akhirnya, dengan pesatnya pertumbuhan industry dan teknologi, muncullah era industry 4.0 yang marak diperbincangkan di Indonesia dan ingin Indonesia raih. Hal ini mengakibatkan tuntukan skill dan kopetensi lulusan dalam dunia pendidikan harus disesuaikan agar mampu berkompetisi di era global ini. Akhirnya, Ibu Nurul menyampaikan disamping pengentahuan kognitif dibidang masing-masing mahasiswa, yang harus dimiliki oleh good competitors  adalah 6 skill berikut:

  1. Kemampuan beradaptasi. Skill ini sangatlah dibutuhkan karena kemampuan menyesuaikan diri dengan perubahan jaman dan kecepatan informasi akan membuat manusia terhindar dari stress karena ketertinggalan informasi. Bahkan membuat nilai lebih bagi mereka yang mampu menjadi bagian dari perubahan yang ada.
  2. Kemampuan berkomunikasi dengan bahasa internasional. Dengan pesatnya perpindahan orang dan informasi dari satu tempat ketempat yang lain, tentunya akan dibutuhkan penghubung data antar sumber yang disebut dengan bahasa. Tentunya bahasa Inggris wajib dikuasai oleh peserta yudisium
  3. Kemampuan beretika. Kemampuan ini sangatlah penting diera percampuran budaya dan kompetisi tidak sehat berada disemua bidang, maka etika yang baik akan membuat pribadi lulusan menjadi lebih santun dan bijak.
  4. Kemampuan mengoperasikan teknologi. Dengan pesatnya robotisasi dalam manufaktur dan kemudahan teknologi untuk membantu kerja manusia, maka setiap lulusan tidak boleh gagap teknologi jika ingin menjadi bagian dari unit usaha yang berkembang pesat.
  5. Kemampuan  berfikir kritis dan menyelesaikan masalah. Skill ini sangat krusial karena pada dasarnya unit usaha dan dunia kerja pada era industry 4.0 sekarang tidaklah lagi hanya berfokus pada pemenuhan kebutuhan, namun pada bagaimana membantu masyarakat menyelesaikan permasalah yang ada.
  6. Kemampuan menjadi kreatif dan inovatif. Skill ini adalah salah satu dampak dari kesuksesan lulusan dalam menyesuaikan diri terhadap pesatnya perubahan jaman. Inovasi merupakan produk yang terus memenuhi kebutuhan sesuai era.

Diakhir orasi ilmiah beliau, Ibu Nurul menyampaikan bahwa, kecakapan terhadap jaman adalah mutlak jika ingin meraih sukses dimasa akan datang.

Setelah mendengarkan orasi ilmiah, MC, menyampaikan bahwa acara selanjutnya adalah sambutan dan pengarahan Rektor UIN Mataram, yaitu Prof. Dr. H. Mutawali, M.Ag. Beliau berpesan kepada seluruh mahasiswa yang diyudisium untuk taat kepada Allah SWT, taat kepada Rasulullah SAW, dan taat kepada orang tua. Hal ini dikarenakan, mahasiswa UIN Mataram sebagai pioneer tumbuh kembang islam yang cendikia tentunya harus memegang teguh ajaran agama islam dengan mengimplementasikanya di dunia masyarakat dan kerja pasca dunia akademik perkuliahan. Kemudian, orang tua sebagai pihak yang paling berjasa akan kesuksesan para peserta yudisium, sudah pastinya harus mendapatkan apresiasi tempat tertinggi karena merekalah yang dengan susah payah membanting tulang bekerja guna memiliki anak yang berpendidikan dan memiliki intelektualitas yang baik. Yudisium bukanlah akhir dari sebuah tantangan hidup ataupun puncak kesuksesan, tapi ini adalah tantangan baru dan stepping stone pertama bagi peserta yudisium untuk bisa menapak sukses dalam dunia kerja dan masyarakat.

Kegiatan selanjutnya adalah pembacaan SK Yudisium oleh Ibu Kabag TU FTK UIN Mataram Ibu Hj. Nurul Khaerani, S.Ag., M.Pd. Ibu Kabag membaca satu persatu SK yudisium dimulai dari prodi PAI, PGMI, IPS, Biologi, Fisika, Kimia, PBA, TBI, Matematika, dan PIAUD. Selanjutnya, beliau membacakan SK lulusan terbaik FTK ditingkat jurusan dengan menyebutkan 30 nama peserta yudisium yang terdiri dari tiga terbaik dari masing-masing jurusan. Pada akhirnya, Ibu kabag TU membacakan SK yudisium terbaik ditingkat Fakultas Tarbiyah dan Keguruan beserta CV mahasiswa yang meraihnya.

Acara selanjutnya adalah pengarahan dan pengukuhan peserta yudisium yang disampaikan oleh dekan FTK, Dr. Hj. Lubna, M.Pd. Sesuai instruksi beliau, beliau meminta seluruh peserta untuk berdiri dan mendengarkan kata-kata pengukuhan oleh dekan FTK. Beliau berpesan bahwa, hari tersebut adalah hari terakhir bagi peserta menjadi mahasiswa FTK sejak tahun akademik 2015/2016. Secara resmi beliau mengukuhkan seluruh peserta dan melepas seleuruh peserta dengan pean untuk mengajak orang tua hadir disaat wisuda universitas nanti. Karena orang yang paling bangga akan pencapaian akademik ini bukanlah pasangan bagi yang berkeluarga, tapi orang tua yang tulus ikhlas membiayai  anaknya untuk mengenyam pendidikan di tingkat universitas.

Selepas pengukuhan, Husnul khotimah sebagai mahasiswa terbaik ditingkat Fakultas menyampaikan pidato sambutan mewakili seluruh peserta yudisium. Dalam harunya, Husnul berterima kasih kepada seluruh jajaran pimpinan UIN Mataram dan khususnya FTK. Juga, ucapan terima kasih kepada ketua Jurusan Tadris Kimia bapak Yahdi, M.Pd. dan para dosen pembimbingnya. Setelah menyelesaikan sambutanya, acara dilanjutkan dengan penyerahan penghargaan bagi peserta terbaik baik ditingkat jurusan maupun universitas dan dilanjutkan dengan kegiatan foto bersama pimpinan.

Sebelum acara yudisium diakhiri, wakil dekan III Dr. Akhmad Asy’ari, M.Pd. memimpin doa penutup dan diaminkan oleh seluruh hadirin dan peserta. Pada akhirnya, kegiatan yudisium berakhir dan dilanjutkan dengan ramah tamah serta pembagian transkrip sementara oleh fakultas yang dikoordinir oleh Kasubag bidang akademik.